Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Ya....


"Kenapa seh baru diangkat?" terocosku tanpa henti
"Sabar donk sayang, aku lagi ngamen di bis. Jadi gak bisa angkat telepon" jawabnya
"Tau gak seh aku kangen banget ma kamu"
"Iya, tau..."
" Kamu kangen gak?" tanyaku manja
"Yaelah gitu aja ditanya, pastilah kangen lah sayang. Cepet pulang donk!"
"Iya beberapa hari lagi pulang kok. Sayang mau di bawain oleh-oleh apa?"
"Kalau gak ada daun mending gak usah deh sayang, di tabung aja ya. Buat lunasin utang.haha..."
"Iya..."
"kok lesu gitu seh?semangat donk."
"I love u sayang"
"me too.."

Telepon akhirnya tertutup, dan tak kuasa aku menahan tangis. Aku tidak menyangka dia berusaha mati-matian untuk hubungan kita. Dia rela mengamen di tiap bis untuk menambah penghasilan dan ditabung untuk biaya penyakitku dan pelunasan hutang-hutang gara-gara sakit ini juga. Aku bangga... Dia suamiku
Selanjutnya...

Renato....

Untukmu seseorang yang sedang terbaring disana. Ingin ku menyapa, bagaimana kabarmu?Tolol, saat ini pastilah kabarnya tidak baik sama sekali. Salah satu kaki yang rentan menopangnya akhirnya patah termakan tebing Cibubur, serpih tulang menggeliat di dalam dagingnya bersama darah yang tak kunjung surut... hanya bisa ku bayangkan, mata ini, kaki ini dan peluk ini tak mampu merenggut kabarmu... Cemasku berubah rindu, sangat... Bukalah matamu, bukalah mulutmu... caci aku, umpat aku!!!!... Lakukanlah... Tak apa, ku terima...
Tuhan.... Dia orang baik, sembuhkan lah dia.. Kuatkan lah dia... Sabarkan lah hatinya



Minta doanya kawan....untuk Renato Daniel Victory Sinambela,... penderita hemofilia (kelainan pembekuan darah) mengalami patah tulang jatuh dari tebing, sekarang di RSCM...
Tuhan Bersamamu....
Selanjutnya...

Catatan Harian: Teruntuk sahabat



Kawan, tidak terasa 10 purnama kita lalui bersama dalam kesengitan, kejengkelan, kesepian dan yang pasti kesenangan yang sangat terkesan. Kalian yang berada dalam ikatan yang entah buatku dulu sekarang menjadi sesuatu yang sangat berarti. Sungguh, engganku terpisah tapi inilah jalan kehidupan.

Terkesan ku pada sosok kalian, lugu, polos dan kadang membuatku menahan tawa dengan tingkah polah yang tercipta. 10 jam terpulas dalam satu atap yang sama, 1 jam berpandang pada esok harinya lalu memulai kewajiban perut disisa waktu. Begitu dan hamper setiap hari seperti itu…

Kemarin, Sepulang kerumah ku mendengar kalian sudah menemukan hunian berikutnya dan kita terpisah. Kehilangan….. rasa yang tidak bisa ku tampik. 

Tinggal 2 purnama, akan kah menambah kesan?
Aku akan merindukan kalian, pasti!

 

Teruntuk sahabat

Teena & Nopi

Selanjutnya...

Tuhan…. Apa salahku??

Darah mengucur dari kening wanita ini. Aku terpaku dalam tangis, gemetar rasanya, sekujur tubuhku menggigil luar biasa. Rahang dan tenggorokanku kaku, hanya lenguhan nafas kering yang keluar dari tenggorokanku.
Aku mencoba meraih tangan wanita itu. Lunglai sekali tubuh ini. Tapi aku masih berusaha meraihnya. Aku mencoba menyeret kaki kiriku yang tak mampu lagi melangkah.
Tubuh wanita itu telah menjadi dingin… Aku bingung… Aku takut sekali… Aku mencoba teriak, tapi aku tahu suaraku tidak akan jelas mereka dengar. Aku mengerang dalam tangisku…
Tuhan…. Apa salahku??
**
“Nak… ayo buka mulutnya, sini bunda suapin.. ha…” rayu bunda sambil mencoba menyuapiku di siang ini. Ayam goreng dan soup jagung. Menu makan siang menjadi favouritku. Bunda tahu apa yang aku suka dan tidak suka walaupun aku tidak pernah mengucapkannya. Beliau punya insting mengagumkan tentang aku. Dia selalu menyediakan yang terbaik buatku.
“Nah… makan yang banyak sayang. Haaaa….em…. anak pinter. Bunda sayang kamu…” ciuman kecil mendarat di keningku.Aku senang sekali dengan nada suara bunda rendah, menenangkan. Selesai menyuapiku. Bunda langsung beranjak menuju dapur mencuci bekasku masak. Ingin aku memeluk punggung wanita itu. Perawakan kecil sekitar 150 cm dan kurus. Peluh keringat menetes dari keningnya. Ah… pasti bunda hari ini lelah sekali.
Tiba-tiba terdengar orang membuka pintu dengan keras sekali. Aku tidak tahu tamu siapa yang datang di siang begini. Bunda langsung bergegas pergi meninggalkan dapur dan menuju ruang tamu. Tapi langkahnya terhenti. Dia memandang datar pada sosok itu. Ah….dia ayahku. Tapi siapa lagi wanita yang ada di pelukanya itu?
“Apa-apaan kau ini. Sudah tidak kerja. Mabuk dan membawa wanita jalang datang kerumah di siang bolong begini.” tanyanya meluapkan marah dan lelah kepada Ayah. Ini bukan pertama kalinya ayah datang membawa wanita masuk kerumah. Kadang setiap malam aku mendengar gaduh gelak tawa percakapan ayah dengan wanitanya di saat bunda tidur di sampingku.
“Ah… banyak bacot loe Nik. Udah kagak usah ngurusin gue” jawab ayah sambil lalu dengan tetap menggandeng wanitanya menuju kamar ayah. Ya.. kamar ayah.. karena sudah bertahun-tahun sejak aku lahir bunda tidak pernah tidur dengan ayah.
Bunda terkulai lemas sampai tertunduk didepan kamarku. Sekejap bunda langsung menghampiri ayah di kamarnya. Di tamparnya ayah, dijambaknya wanita di samping ayah. Ibu berteriak keras kesetanan.
“Laki-laki Bajingan! Kenapa kamu begitu tega dengan anak dan istrimu. Sudah 10 tahun aku diam dan mengalah, tapi kamu seenaknya seperti ini. Kenapa kau menyiksaku seperti ini!”
“eh… Nik. Apa loe gak nyadar! Loe tu pembawa bencana. Salah sendiri kagak mau dicerai!”
“Teganya kamu… membuang kita seperti sampah. Apa kamu lupa janji kalau bakal mencintaiku dan anak kita”
“Gue malu punya anak dan bini tolol kayak loe.”
Sejenak bunda tidak membalas omelan ayah. Tangis bunda terhenti. Seketika kegaduhan berubah menjadi sunyi mencekam, hatiku semakin khawatir.Kenapa… Kenapa.. tangis bunda tidak terdengar lagi. Bunda…? Pa yang terjadi dengan bunda ayah? Hatiku semakin tak karuan, aku kayuh roda kursi ini, mencoba untuk mendekati kamar ayah… Belum sampai aku mendekati kamarnya, Ayah lari terpontang panting diikuti wanitanya dengan wajah ketakutan, dan menabrakku. Aku jatuh terpental… Apa yang terjadi… Bunda.. Bunda… aku mencoba bersuara tapi percuma …. aku bisu dan lumpuh…
Selanjutnya...

Kontrakanku Bikin Brrrrrrrrr…..



Gue mau share kejadian aneh yang berada di kontrakan yang gue huni. Entahlah mungkin diantara kalian ada yang percaya ada yang gak mengenai Goooss. Sebenarnya banyak kejadian “Brrr” yang ingin gue share… Sabar… Ini dulu yang ingin gue share
Ini tahun kedua gue pindah kontrakan. Tahun kemaren gue juga ngontrak tapi ndrian dengan rumah yag kecil, dekil dan angin bertiup dari segala penjuru ruangan. Maklum rumahnya ala kadarnya. Di situ, gue tidur sendiri, makan sendiri dan yang pasti mandi ma *ek sendiri. Hihihi..
Kejadian yang gue alamin di kontrakan “Pertama”
Pas malem gelap gulita dingin mencekam (ajubune basa gue sok asoy.hehe) gue capek banget dan memutuskan untuk tidur abis pulang kerja. Pas enak-enaknya molor gue dikagetin dengan desahan nafas dan geraman suara lelaki tua. Kayak gini….heemm….hufff…hemmmm…. nafasnya berat banget kayak di sebelah kuping gue. Gue bangun dan ngeliat sekeliling kali aja ada mbah-mbah ikut numpang tidur disebelah gue (ya kagak mungkin lah..hihi) Gue gak ngeliat siapapun. Hanya gue sendirian ditemenani seonggok tipi dalam keadaan mati dan magic jar dalam keadaan mangap (magic jar-nya gak bisa nutup klo gak di ganjel atasnya.he..)
“Terus tadi suara siapa?” (bertanya sendiri)
“Mungkin tadi gue mimpi” (menjawab sendiri)
Preeettttt…. (kentut sendiri…)
Untunglah gue mempunyai mata yang gampang diajak molor akhirnya gue tidur lagi…
Dan tiba-tiba pintu dapur gue kebuka ngeblak… Gue terperanjat kayak monyet di bangunin emaknya yang galak dengan rambut krebo berapi-api..*lho..hihi.. sumpah gue kaget setengah bencong..eh setengah mati ding…
Suasana semakin larut dan semakin mencekram hingga krucuk-krucuk perutpun terdengar menggema di seluruh ruangan. Akhirnya gue putusin buat ambil langkah dua puluh ribu dan ngungsi di rumah ortu. (kontrakanku ma rumah ortu hanya berjarak kira-kira 10 menit.hihi..)
“Ngapain malem-malem kesini?” Tanya emak dengan iler yang menggantung mengudara di bibirnya
“Emmm… ceritanya besok pagi aja, lagi ngantuk, mak” jawabku datar dengan mata beler serasa sepuluh monyet menggantung di kelopak mata
Keesokan paginya gue cerita kejadian ini ke emak. Dan emak memaklumi kedatanganku di pagi buta dengan daster dan mata beler…
“Terus? Kamu mau pindah?”
“Hemm… gak lah… kontrakan ini kan dah gue bayar full 1 tahun dan baru seminggu dan membiarkan 47 minggu di huni ma bapak tua itu.. Gak akan gue biarin! Gue bakal balik kesana dan tinggal disana lagi, mak!” *padahal alesannya gue gak mau duit melayang sia-sia… Duit dab!
“Emang, Gak takut?”
“ya kalau terbiasa mah gak bakal takut lagi..mungkin..” jawab gue agak ragu… terlintas imajinasi..ntar pas gue tidur terus di susul tidur ma tu hantu terus gue di perkosa hantu da akhirnya hamil dan melahirkan anak genderuwo kayak si Tebo..ah….ngeriiiiii….*imajinasi terlalu tinggi
Semakin hari, keberaian gue semakin terasah dengan sempurna. Dan benar, mungkin nafas bapaknya dah abis nyembur-nyembur di teliinga gue, dan beberapa cara dah dia lakuin biar gue musnah dari tempat itu tapi maaf Pak ANDA GAGAL, ulangi lagi ke penghuni selanjutnya ya..hihihi….Kejadian aneh pasti ada setiap malemnya, dari ngumpetin barang-barang, terlintas bayangan-bayangan, pintu kebuka sendiri, suara-suara nangis, cekikikan, suara langkah terseret-seret, gelas bisa bergerak dan masakan gosong (kalau ini gue sendiri ding yang buat gosong.hihi) Akhirnya tahun pertama kontrakan pun gue lalui dengan sukses tidak kurang suatu apapun. Dan tidak ada kejadian pemerkosaan hantu.hehe….
Horror yang hepi ending… Alhamdulilah ya..sesuatu
*Cerita Kontrakan “Kedua” menyusul.. :D
Selanjutnya...

Media Massa dan Konvensi Hak Anak



Konvensi Hak Anak secara eksplisit menyatakan bahwa media massa memiliki peran penting dalam menyebarluaskan berbagai informasi yang berguna bagi perkembangan anak. Pasal 17(a) Konvensi menyatakan:”…mendorong media massa untuk menyebarluaskan informasi dan bahan yang bermanfaat dari segi sosial dan budaya bagi anak dan sesuai dengan semangat pasal 29.“ Ini berarti media massa sudah semestinya menempatkan isu-isu anak sebagai berita dalam porsi yang cukup baik.


Banyak cara yang bisa dilakukan oleh para jurnalis mengangkat isu-isu anak. Dalam konteks Indonesia, cara yang paling sederhana, misalnya dengan selalu memonitor apakah Pemerintah Indonesia telah menyerahkan laporan periodiknya kepada Komite Hak Anak, dan apakah laporan itu diterima oleh komite atau tidak. Diterima atau tidaknya laporan tersebut oleh Komite sangatlah penting, karena menjadi tolak ukur keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam memenuhi hak-hak anak di Indonesia.


Sayangnya, hingga kini masih sedikit jurnalis Indonesia yang memiliki perhatian terhadap isu-isu anak. Lebih parahnya lagi, dalam melihat isu-isu itu, terutama anak-anak dari kelompok yang tidak beruntung seperti anak pinggiran, para jurnalis seringkali berangkat dari pandangan dari pandangan yang stereotipe. Misalnya, anak pinggiran dianggap sebagai pengganggu ketertiban, perusak pemandangan kota, bahkan sebagai sumber kejahatan.


Peran lain yang bisa dilakukan oleh media massa menyangkut isu-isu anak adalah dengan menampung kasus-kasus perlakuan salah kepada anak. Untuk ini kita belajar dari Filipina. Di Negara ini, ada sebuah stasiun televise terkemuka, ABS-CBN, yang memiliki program yang menampung kasus-kasus perlakuan salah kepada anak bernama Bantay Bata (Child watch) 163. Angka 163 adalah hotline-nya. Selain membuka hotline, Bantay bata juga mengedarkan ribuan kaleng donasi uang logam, sehingga masyarakat bisa terlibat dn ikut memiliki upaya perlindungan anak yang dilakukan oleh ABS-CBN.


Dari uraian diatas kiranya ada beberapa hal penting yang perlu mendapat perhatian dalam memberitakan isu-isu yang berkaitan dengan pelanggaran hak anak


Pertama, beritakan isu-isu pelanggaran hak anak dari perspektif kepentingan anak itu sendiri. Media diharapkan dapat membantu upaya pemenuhan hak-hak dasar anak. Namun, sengaja atau tidak, banyak pemberitaan media mengenai kasus pelanggaran hak anak yang malah merugikan kepentingan anak. Bias tersebut timbul bisa karena kepentingan ekonomi media, kepentingan penguasa, politik atau karena kesalahan wartawan dalam memahami persoalan anak


Kedua, berikan kesempatan anak menjadi narasumber berita Anda, terutama persoalan-persoalan yang menyangkut kepentingan anak. Denga kata lain, pandangan anak perlu diperhatikan dalam setiap pengambilan keputusan yang akan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan anak. Sayangnya, pemberitaan media mengenai isu-isu yang berkaitan dengan anak sering melupakan anak sebagai sumber berita. Persoalan anak masih dianggap persoalan orang dewasa. Akibatnya, pendapat anak sering dilupakan oleh media.


Ketiga, hindari penggunaan bahasa yang menyudutkan anak-anak. Sayangnya, hal ini sering dilupakan wartawan. Banyak kalangan yang peduli terhadap persoalan anak mengeluhkan berita-berita media mengenai anak yang malah menyudutkan anak-anak. Ambil contoh berita media yang memadangk jalanan sebagai pengganggu ketertiban, perusak keindahan kota atau sumber kejahatan. Itulah sebab wartawan perlu memerhatikan bahasa yang tidak merugikan kepentingan anak.


Keempat, hindari pemberitaan yang diskriminatif. Wartawan hendaknya jangan memberitakan atau tidak memberitakan persoalan anak atas dasar pertimbangan rasnya, sukunya, agamanya, pandangan politik orangtuanya dan lain-lain. Kepentingan anak harus menjadi pertimbangan utama. Wartawan harus mengembangkan pemberitaan yang nondiskriminatif mengenai persoalan anak.


Kelima, lakukan investigasi. Salah satu faktor yang menyebabkan biasnya pemberitaan mengenai berbagai persoalan anak adalah kurangnya wartawan menggali fakta. Dengan melakukan investigas, wartawan akan memperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang berbagai persoalan anak. Dengan demikian, bias berita yang dapat merugikan kepentingan anak diharapkan bisa dihindari.


Tulisan ini adalah ringakasan dan kutipan dari


Konvensi Mengenai Hak-hak Anak: Panduan bagi Jurnalis, Candra Gautama. Jakarta, LSPP.2000


Selengkapnya di tulisan Om Odi


Semoga bermanfaat
Selanjutnya...

Anak Sketsa "Kopdar Lelet"

Mayamu tlah menjadi nyata kawan
Saksi beberapa batang rokok, cangkir kopi lelet, wedang jahe, es teh
Sederhana tapi begitu istimewa




Wah...keren....akhirnya bisa kopdar dengan anak sketsa
sumpah..seru asik bikin merinding..hihi


Bhastian Velaz, Peran Sabeth, Hantuboy, Fiar, Filian dll


Wooooww....makasih kawan semua!


Semangat menulis yak!


Moga aja sketsa tetep eksis oiy...
Selanjutnya...

Mr. Minim Info

Ini cowok hanya di Maya dan akhirnya ketemu setelah kurang lebih 5 bulan berada di Maya.
Setelah gue ngeliat dari deket ahay....
Ni anak kecil banget...hihihi...**maap bos

Tapi gue seneng, takdir itu ada dan nyata.
Pertemuan kita juga nyata

Dari kawan kecil ini
Gue belajar gimana caranya sabar mencari info
Dari dia gue banyak nemuin cerita unik
Dari dia gue juga dapet sedikit value personality dan  bersemangat umtuk belajar biar pinter biar sekti katanya..hihi

Oke kawan..selamat mendapatkan kehidupan yang baru...
Saya tunggu kabar dari anda. Dan saya tunggu pertemuan kita di tikungan Masjid Mevlana di Rotterdam...wkakakka....
***Entahlah kapan masa itu tiba, yang pasti takdir Tuhan itu indah...kamu dengannya dan aku dengan dia...asoy...

Selanjutnya...

Susah Senengnya Beda Budaya

waduh dah lama gue gak nulis notes...hehey..

Gue mo share pengalaman ah...
Dah setaon lebih gue ikut numpang makan ma orang asing. Dia orang asli dari engkong Penjajah. Yups...thats right gue kerja ma orang Belanda. Untung simbok (nenek) gue gak tahu gue kerja bareng kompeni bisa-bisa gue di suruh keluar.
Yaiyalah simbok adalah saksi hidup keriput kekejaman tentara Belanda. Akibat kekejaman para kompeni simbok dan rakyat lainnya khususnya daerah gunung kidul harus makan tiwul (baca: makanan yg terbuat dari singkong kering ditumbuk kering). gue pernah ngincipi tu tiwul, ya gak parah-parah banget seh rasanya kalau di campur dengan lauk ayam goreng.wkakak...
Gue juga sempet was-was...jangan-jangan gue bakal di mutilasi kalau kerja gue gak bener. Jangan-jangan gue bakal di lempar granat waktu gue kentut sembarangan di kantor..Gue dah parno ma pemikiran tak waras ini (perasaan gak pernah gue berfikir waras.hehe..)

Pertama kali gue kerja gue dah keder ndiri... Tangan dingin, keringat bercucuran dan mata berkunang-kunang bukan gara-gara si Bos tapi gara-gara perut gue kelaperan..wkakka....
Entah dari mana takdir Tuhan bawa gue, tapi aneh bin ajaib. Gue yang dari jurusan pendidikan bahasa inggris kerja dengan bidang perlengkapan cat, roll, kuas ma pembukuan. Wadefak!.... apaan neh.. mungkin gara-gara pesona gue pas wawancara jadinya tu bule milih gue. Apa gara-gara pesek nan esotisnya gue ya?wkakak....
Ada alasan kenapa tu bule milih gue kerja di situ, kalau gue jabarin disini entar dibilangnya sombong..wkakakka.....

Oke balik ke pokok cerita.

Gue mengalami shocking culture waktu kerja disini.
Contohnya gue gak boleh dateng terlalu awal, datang terlambat salah, kepagian juga salal... wkakak...dengan amat pede gue datang jam 7.30 padahal kantor bukanya jam 8.30 (gue nunggu 1 jam ampe kantor dibuka...sarap!)hahaha

Gue bak seorang putri raja. Gue sempet GR tuh Pak Bos Bule membukakan pintu mobil, pintu lobi atau mencetin lift dengan amat romantis. Wew...jangan keburu GR dulu. Emang kebudayaan mereka menghargai cewek seperti itu. Mereka juga melakukannya secara refleks gak mikir "ah...ini kan karyawan gue, ngapain juga gue bukain pintu bla..bla"..
Klo gue mah suka-suka aja di perlakuin bak putri sama bos gue sendiri..wkakakka

Kebanyakan orang bule khusunya orang belanda hanya makan pas dinner. buat breakfast dan lunch kebanyakan mereka makan ringan kayak ngemil roti atau apalah gitu. Nah..pas kt da business trip ke Jakarta gue kelaperan banget. mungkin Pak Bos tahu muke gue dah gak karuan kalau pas lagi kelaparan. Akhirnya di pagi itu kita nangkring di sebuah restaurant di Bandara. Gue langsung dengan kalap pesen soto lengkap dengan accessories perkedel, tempe goreng dll... gue makan dengan sangat kalap. Pak Bos hanya minum kopi doank dan managernya yg biadab telah menghabiskan semangkok soto beserta ornamennya. Sampai di kasih gue yang bayar yang pasti pake duit Pak Bos. 
"berapa mbak?"
" 95.000... "
" wauuuwww....."
 pas gue dapet struck pembayaran, pas gue lihat..si bos hanya 5.000 secangkir kopi dan gue menghabiskan 90.000....wkakka.....
Tapi Pak Bule tidak komplain karena dia tahu kapasitas perut orang Indo yang tak mantap tanpa nasi..wkakka.... (ngeles)

Kalau soal kinerja, jangan ditanya...Orang Eropa kinerjanya lebih tinggi. kadang kalau memang kantor lagi busy, gue bisa pulang ampe malem dan kadang nylesein kerjaan ampe terlalu larut malam. Sempet gue collapse gara-gara kecapean. Wajah gue dah pucet banget. Gue paksain ke kantor. Karena emang kerjaan belon kelar. Berhubung gue hidup sendirian. Gue kerja abis-abisan ampe lebih dari 12 jam sehari. Gue datang ke kantor dengan wajah kuyu dan sedikit beler gara-gara input data 7 kontainer..wah....parah dah!... Bos tahu gue lagi Beler dan akhirnya gue disuruh libur. tapi gue gak mau akutnya kalau libur gak bakal kelar kerjaannya. Gue dipaksa libur...! (keren banget ya gue...wkakka) akhirnya gue pulang dengan hati riang gembira berdendang india.hehe.... Sebelum tidur gue di sms ma bos Bule dan bos cewek nanyain udah sembuh?dah minum obat dll..wah mereka keren bener. Terus esoknya gue kerja setengah hari doank gara-gara gue dah gak kuat.
Terus besoknya lagi gue ditanya "do you feel good Lekker ding (panggilan kesayangan buat gue)?" tanya Pak Bule
"Yups.. I ready to rock" jawab gue sambil bercanda
"OK.... the plan for today. Shopping"
"What?"tany gue agak sedikit tuli
"yups...shopping... I want to buy something to my children and My wife. I know she was tired because of our baby so I want to buy a bunch of roses for her."
wah....enak banget hidup gue...libur...trs kerja setengah hari terus abis sembuh diajak shopping...mantap...wkakakka
Bule...romantis.... ***berharap dapat Laki Bule..hihihi

Kerja cuman pesbukan, chat kadang nulis-nulis...hahay...senangnya... (inilah aktfitas kalau kerjaan lagi sepi)
Kerja disini lumayan Inggris gue gak punah. walaupun grammar past ma present kadang jungkalitan. hehey...

Dan pastinya si emak juga seneng gue dah gak ngrepotin mereka. Dan ampe sekarang gue juga belon cerita ama simbok kalau gue kerja bareng kompeni. wkakaka.....

**tulisan awut-awutan biar gak stress...hahay.....

Selanjutnya...

Arti Hadirmu



Dengar alunan indah ini...
Dawai kesunyian sang dewi malam..
Mengalun...dan terdengar menyayat hati..
Kidung mulai terlantunkan...
Lirih...
Terdengar seperti bisikan..
Sebuah tangisan...??
Ataukah alunan kesendirian..??
Malam ini sepi..
Nyaman bagiku berada di sini
Dunia yg jauh dari kata ramai...
Gelap... Gelap gulita disini..
Tanpa cahaya..
Hanya ada sinar rembulan...
Indah.. bagi sang pemuja malam..
Indah..bagi penikmat kesendirian...
Ini yang buat aku tenang...
Sepi yang selalu menyelimuti..
Kesunyian yang selalu menaungi..
Ini duniaku...
Ini smua yang bisa sadarkanku..
Betapa berharganya arti hadirmu.....
Disampingku....


By: h4ntub0y

Selanjutnya...

Kopi Lelet No. 10




Sayang, malam ini begitu berat, bukan? Kemarin, kita sempat bercanda tawa, saling towel pipi, sentil kening dan merajuk rayu satu sama lain. Aku menikmati malam kemarin, sangat….
Tahukah kau sayang, hari ini aku begitu sakit, aku begitu rapuh hingga aku tidak bisa berkata-kata atas semua rasaku. Aku hancur…

Aku mematung melihatmu mengkhawatirkannya
Aku membatu saat kau mengejarnya
Aku bertopeng di balik rapuhku malam ini
Aku ingin menjadi si Antagonis biar ada yang merasa dikasihani
Aku ingin menjadi si Jalang biar ada yang bisa meluapkan rasanya
Biarlah… Biarlah aku menjadi si Jahat jika memang rasa ini menghancurkan orang lain

Aku peduli denganmu, dan dengannya maka aku lontarka kata itu
Bukan berarti aku tidak memperjuangkanmu
Tidak sayang, bukan seperti itu
Aku ingin memperjuangkan semuanya, aku ingin memperjuangkan rasa kita

Aku senang kau memilihku, tapi entah kenapa ada rasa nyeri disini

Mungkin aku akan pergi sejenak. Aku butuh waktu. Begitu juga dirimu…
Aku butuh bernafas dan menentukan langkahku ke depan. Begitu juga dirimu…
Di kopi lelet No.10 aku tinggalkan kenangan terakhir kita
Tepat dua minggu setelah ini aku ingin melihatmu lagi pada meja No. 10 jam 10
Aku akan memperjuangkan amanah ini

Jemput aku….


 
Selanjutnya...