Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Ratuku

1312183552652765094
Tidak mudah berteriak pada yang tuli rasa. Tanpa bukti kau sesumbar, berusaha menyetarakanku dengan kotoran. Persetan dengan ocehanmu Ratu.
Aku hanya kacung yang tidak tahu menahu atas apa yang terjadi. Kau kirim teluh atau apapun aku tidak akan pernah berbicara seperti apa yang ingin kau dengar. Karena kenapa? Sesumbarmu tanpa bukti.
Aku menyesal karena sempat ku berucap bahwa kau lah Ratuku yang sangat baik dan menghargaiku. Tapi semua itu hanya penilainku yang terlalu memandang muluk-muluk.
Apakah sekarang kau puas Ratu? Kau telah menginjak seorang kacung yang dulu mendapatkan sesuap nasi darimu?
Jangan khawatir Ratu.. aku hanya Kacung yang tidak akan bisa menyaingi keindahan dan kekayaanmu… Jangan khawatir Ratu… Aku hanya Kacung yang buruk rupa yang tidak pantas menyaingimu keelokanmu.
Sudah cukup lama aku berdiam dalam ketidak mampuanku mengungkap keadilan. Otakku masih bisa berfikir, rasaku masih bisa membeda bau manusia atau bau bangkai sekalipun.
Tuhan tidak berkedip, Ratu…, tidak ada satupun kejadian yang tidak Dia ketahui….
Camkan wahai Ratu masa lalu… Sampai sekarang aku masih menghormatimu sama seperti dulu, walaupun kau tidak melihatku. Aku masih menyayangimu sebagai ibuku yang dulu…
Ingin sekali ku memelukmu dan berkata… “Jangan kau kotori hatimu atas prasangka tak beralasan. Aku menyayangimu”
Selanjutnya...

Teman Bisu Rinduku


“sudahlah buat apa kau sambangi tempat ini”
“aku hanya ingin merasakan bayangnya ketika itu”
“kenapa mesti seperti ini, akan sangat menyakitkan untukmu”
“tidak, ini tidak menyakitkan, aku ingin berdamai dengan rasaku tidak lebih”
“kenapa kau menjadi seperti ini, aku kasihan denganmu”
“kasihan kenapa? Aku tidak merana dan tersiksa sekarang, santai saja”
“lihatlah langit sudah mulai abu-abu, kilatan petir sudah merangkai di langit. Pulanglah…”
“aku ingin disini, aku merasa nyaman. Aku ingin dekap hangatnya dia. Sungguh, rasa ini luar biasa”
“Jangan kau siksa dirimu seperti ini, aku tahu hatimu sedang hancur sekarang, mendengar dia bersama dekapan wanita lain. Dia sudah memutuskan untuk meninggalkanmu kan. Jelas sekali dia tidak butuh kau. Dia sudah tidak ada rasa untukmu. Sadarlah..”
“Tidak, aku bisa merasakan kalau rasanya juga sepertiku. Di hari kita terakhir bertemu, dia bilang berharap sekali bersamaku kelak. Aku yakin tidak ada wanita lain walaupun iya terbesit pemikiran tentang wanita lain dalam hidupnya, dan aku masih percaya janjinya”
“kalau memang rasanya sepertimu. Kenapa dia bersama wanita lain. Alasannya dia meninggalkamu juga tidak jelas kan?Kau hanya dijadikan boneka cadangannya. Seandainya dia sudah nyaman dengan wanita itu pastilah kau ditinggalkan seperti sampah. Jangan kau buang waktumu seperti ini”
“dia punya alasan dan aku menyadari bahwa dulu aku pernah membuatnya sakit hati dan benar-benar cemburu, walaupun dia tidak mengungkapkan lainnya tapi aku tetap mempercayainya. Aku bilang tidak ada wanita lain!”
“dan kau ikhlas dengan keputusanya yang abu-abu itu?”
“entahlah..mungkin aku akan menunggunya…mungkin.. karena aku tahu dia bukan pria bangsat seperti lainnya”
“sudahlah jangan menyangkal dan membelanya lagi. Kau terlalu sakit dengan keadaan ini. Aku paham sekali apa yang kau rasakan. Jangan mau kau menjadi boneka yang dinyamankan oleh sebuah janji dan impian seperti itu. Cepatlah matikan benih cinta dan rindumu itu”
“Jikalau aku mampu, kenyataanya aku tak kuasa… dia sangat berharga untuk dimatikan”
“tapi kau sama sekali tak berharga buatnya, ya kan?”
“entahlah…aku tidak tahu… aku sedang mencari jawabnya”
“Kau telah menyia-nyiakan kesempatan untuk pendidikanmu, tapi apa yang kau dapat sekarang? Perpisahan juga kan?”
“aku sangat mencintainya hingga aku mengubur semua mimpiku. Iya aku kehilangan dia dan kehilangan beasiswa itu. Aku ingin memperjuangkan kebahagianku dan ini yang aku korbankan, rasaku dan memberikan kesempatan waktu untuknya bersama wanita itu”
“Tolol kau, terlalu mendramatisir rasa. Apa kau tidak sadar, beasiswa itu adalah mimpimu dan mimpi kedua orangtuamu, apa kau sudah siap dengan imbas yang akan terjadi, mereka akan kecewa dan dia serta wanitanya akan tertawa melihat keterpurukanmu ini. Bangunlah! Ini hidup kenyataan, bukan dongeng kosong yang hanya terjadi di khayalan saja! Buat apa menunggu, cepat beranjak lah!”
“Iya mereka kecewa dengan keputusanku, tapi aku berusaha akan mencari jalan untuk membanggakan mereka dengan cara lain. Aku menerima kenyataan ini, walaupun sakit tapi aku berusaha”
“Terus-teruslah kau berkubang dalam ketololanmu. Teruskanlah… dasar kau gadis tolol”
Angin tiba-tiba mulai sangat kencang di tepi bukit. Petir dan gemuruh suara angin menari acak bersahutan di langit.
“ah… gerimis, dia cinta gerimis”
“Masihkah kau menunggunya hingga kuyup?”
“ ya aku berusaha menunggu sampai dia datang”
Nyanyian ilalang dan angin semakin cepat, menderu bagai segerombolan kuda yang lepas kekang diikuti rasa dingin percikan langit. Senja yang indah berubah menjadi gelap dan sangat kelam. Aku menangis tertunduk pada tepian nisan. Dingin..
Di sini aku hanya sendiri ditemani otak yang menggeliat sesak hingga tak mampu kerongkongan menyampaikan kata yang melesat riuh di otakku. Dua orang yang tak kukenal pun berbaring bisu menemani .Sepasang nisan dan aku buta mengucapnya apalagi mengetahui artinya, huruf cina meliuk-liuk diatas nisan tersebut. Entahlah ini sepasang nama kekasih, nama ibu dan anak, nama bapak dengan anaknya atau mungkin suami istri. Yang pasti sekarang mereka terbaring menjadi satu. Indahnya… Inginku…
LO TJAM DJEN
23 Djuni 1948
ONG KIEM HWA MIO
5 maret 1954
Terima kasih telah menemani monolog rinduku, sepasang orang yang entah siapa kalian. Dingin kulitku mulai menjalar ke hatiku. Apa aku akan menunggumu setia disini seperti boneka? Entahlah… aku ingin enyah bersama angin saat ini, bersama rindu dengan berjuta pertanyaan yang susah ku mengikhlaskan. Tapi aku disini masih dan akan tetap mencintaimu, sayang.
Selanjutnya...

Fantasi



Hanyut terbawa mesra
Kandas elegi kosong
Kering mata
Kering rasa
Renda korden hitam menggelayut di semua relung
Tak kuasa ku membuka semuanya
Aku yang hanya berputar pada renda semu janji
Terperangkap dan akhirnya keluar

Terkaget ku menatap
Aku berada di ruang kosong
Hanya sendiri, yang ku kira berdamping
Biarkan aku yang hanya ditemani sebotol fermentasi, sama sepertimu yang lalu
Membuat cerah fantasi, bangsat! hanya sebuah fantasi
Selanjutnya...

Enyahlah


menepi tepian cadas
beringsut mesra membuai kandas

aku yang hanya lusuh
berlaku adil pada kau yang luluh

sungguh
ku tak bisa memilih pada mata pisau ini
tebas
gorok
iris
nadi perih

maaf...terlalu lara ku memilih
ku hanya bisa terdiam
terhempas pada tepian kedua jurang

lepas...
lepaskanlah

sesak ku menahan
sakit ku tertahan

hilang...
hilanglah, enyahlah kalian dari pandang

Selanjutnya...

Susah Senengnya Beda Budaya

waduh dah lama gue gak nulis notes...hehey..

Gue mo share pengalaman ah...
Dah setaon lebih gue ikut numpang makan ma orang asing. Dia orang asli dari engkong Penjajah. Yups...thats right gue kerja ma orang Belanda. Untung simbok (nenek) gue gak tahu gue kerja bareng kompeni bisa-bisa gue di suruh keluar.
Yaiyalah simbok adalah saksi hidup keriput kekejaman tentara Belanda. Akibat kekejaman para kompeni simbok dan rakyat lainnya khususnya daerah gunung kidul harus makan tiwul (baca: makanan yg terbuat dari singkong kering ditumbuk kering). gue pernah ngincipi tu tiwul, ya gak parah-parah banget seh rasanya kalau di campur dengan lauk ayam goreng.wkakak...
Gue juga sempet was-was...jangan-jangan gue bakal di mutilasi kalau kerja gue gak bener. Jangan-jangan gue bakal di lempar granat waktu gue kentut sembarangan di kantor..Gue dah parno ma pemikiran tak waras ini (perasaan gak pernah gue berfikir waras.hehe..)

Pertama kali gue kerja gue dah keder ndiri... Tangan dingin, keringat bercucuran dan mata berkunang-kunang bukan gara-gara si Bos tapi gara-gara perut gue kelaperan..wkakka....
Entah dari mana takdir Tuhan bawa gue, tapi aneh bin ajaib. Gue yang dari jurusan pendidikan bahasa inggris kerja dengan bidang perlengkapan cat, roll, kuas ma pembukuan. Wadefak!.... apaan neh.. mungkin gara-gara pesona gue pas wawancara jadinya tu bule milih gue. Apa gara-gara pesek nan esotisnya gue ya?wkakak....
Ada alasan kenapa tu bule milih gue kerja di situ, kalau gue jabarin disini entar dibilangnya sombong..wkakakka.....

Oke balik ke pokok cerita.

Gue mengalami shocking culture waktu kerja disini.
Contohnya gue gak boleh dateng terlalu awal, datang terlambat salah, kepagian juga salal... wkakak...dengan amat pede gue datang jam 7.30 padahal kantor bukanya jam 8.30 (gue nunggu 1 jam ampe kantor dibuka...sarap!)hahaha

Gue bak seorang putri raja. Gue sempet GR tuh Pak Bos Bule membukakan pintu mobil, pintu lobi atau mencetin lift dengan amat romantis. Wew...jangan keburu GR dulu. Emang kebudayaan mereka menghargai cewek seperti itu. Mereka juga melakukannya secara refleks gak mikir "ah...ini kan karyawan gue, ngapain juga gue bukain pintu bla..bla"..
Klo gue mah suka-suka aja di perlakuin bak putri sama bos gue sendiri..wkakakka

Kebanyakan orang bule khusunya orang belanda hanya makan pas dinner. buat breakfast dan lunch kebanyakan mereka makan ringan kayak ngemil roti atau apalah gitu. Nah..pas kt da business trip ke Jakarta gue kelaperan banget. mungkin Pak Bos tahu muke gue dah gak karuan kalau pas lagi kelaparan. Akhirnya di pagi itu kita nangkring di sebuah restaurant di Bandara. Gue langsung dengan kalap pesen soto lengkap dengan accessories perkedel, tempe goreng dll... gue makan dengan sangat kalap. Pak Bos hanya minum kopi doank dan managernya yg biadab telah menghabiskan semangkok soto beserta ornamennya. Sampai di kasih gue yang bayar yang pasti pake duit Pak Bos. 
"berapa mbak?"
" 95.000... "
" wauuuwww....."
 pas gue dapet struck pembayaran, pas gue lihat..si bos hanya 5.000 secangkir kopi dan gue menghabiskan 90.000....wkakka.....
Tapi Pak Bule tidak komplain karena dia tahu kapasitas perut orang Indo yang tak mantap tanpa nasi..wkakka.... (ngeles)

Kalau soal kinerja, jangan ditanya...Orang Eropa kinerjanya lebih tinggi. kadang kalau memang kantor lagi busy, gue bisa pulang ampe malem dan kadang nylesein kerjaan ampe terlalu larut malam. Sempet gue collapse gara-gara kecapean. Wajah gue dah pucet banget. Gue paksain ke kantor. Karena emang kerjaan belon kelar. Berhubung gue hidup sendirian. Gue kerja abis-abisan ampe lebih dari 12 jam sehari. Gue datang ke kantor dengan wajah kuyu dan sedikit beler gara-gara input data 7 kontainer..wah....parah dah!... Bos tahu gue lagi Beler dan akhirnya gue disuruh libur. tapi gue gak mau akutnya kalau libur gak bakal kelar kerjaannya. Gue dipaksa libur...! (keren banget ya gue...wkakka) akhirnya gue pulang dengan hati riang gembira berdendang india.hehe.... Sebelum tidur gue di sms ma bos Bule dan bos cewek nanyain udah sembuh?dah minum obat dll..wah mereka keren bener. Terus esoknya gue kerja setengah hari doank gara-gara gue dah gak kuat.
Terus besoknya lagi gue ditanya "do you feel good Lekker ding (panggilan kesayangan buat gue)?" tanya Pak Bule
"Yups.. I ready to rock" jawab gue sambil bercanda
"OK.... the plan for today. Shopping"
"What?"tany gue agak sedikit tuli
"yups...shopping... I want to buy something to my children and My wife. I know she was tired because of our baby so I want to buy a bunch of roses for her."
wah....enak banget hidup gue...libur...trs kerja setengah hari terus abis sembuh diajak shopping...mantap...wkakakka
Bule...romantis.... ***berharap dapat Laki Bule..hihihi

Kerja cuman pesbukan, chat kadang nulis-nulis...hahay...senangnya... (inilah aktfitas kalau kerjaan lagi sepi)
Kerja disini lumayan Inggris gue gak punah. walaupun grammar past ma present kadang jungkalitan. hehey...

Dan pastinya si emak juga seneng gue dah gak ngrepotin mereka. Dan ampe sekarang gue juga belon cerita ama simbok kalau gue kerja bareng kompeni. wkakaka.....

**tulisan awut-awutan biar gak stress...hahay.....

Selanjutnya...

Garis Lurus, Bukan Batas



Sedih kehilangan yang tak pernah tampak
Kecewa dengan siapa yang bukan siapa-siapa
Tersakiti atas sesuatu yang entahlah itu apa


satu buah garis lurus
tanpa tanda baca
dan tanpa warna beda

Jangan merasa terbatas
Karena aku membenci batas!!!


Selanjutnya...

Kawan...tersenyumlah!

To: kawanku yang baru ku kenal, belum pernah ku temui dan sangat berarti

Kawan........
Loe mungkin sakit ati gara-gara kelakuan gue... Maaf
Loe mesti pikir gue bikin runyam masalah loe... Maaf lagi

Itulah gue... Dan itulah diri loe..Berbeda karakter!
We are different... off course!

Loe pikir sekarang loe sedang terpuruk... Sama
Loe pikir loe sekarang lagi sendirian dan gak da yg bisa ngertiin loe... Sama

Itulah kita
We are the same
Sama-sama berfikir muak hadepin kehidupan

gue bakal cerita ma loe.... **walaupun loe gak butuh cerita gue, ya sudahlah gue langsung bacot aja

Hari ini gue ngalamin bad day dalam hidup gue. Hal yang sekarang terfikir di otak gue adalah dipecat atau mengundurkan diri. Gue bukan kaum mampu yang gampang cari todongan duit, gue bukan kaum berada yang semua kebutuhannya terpenuhi. Gak kawan.... Di sana ada 3 perut yang harus gue penuhi. Gue bangkit karena mereka, gue tersenyum juga buat mereka...Kamu punya beberapa orang yang memberi arti buat mereka, termasuk gue!

Wajah loe aja samar
Background loe juga samar
Tapi gue peduli ma loe!

Si Gebe dengan profil anjing yang gak jelas tu juga peduli ma Loe...sangat!

Gue minta maaf jika lontar tak sengaja menyinggung perasaan

Di sana aku ingin melihat kawanku ini tersenyum

Tetap dan berusahalah tersenyum!


***Nitip buat die!!



Selanjutnya...

Masihkah disana?

Apakah masih ada kata untuk kembali?
Apakah masih ada maaf terucap?
Aku..daging hidup kalian
Sepicik itukah kalian meninggalkanku?
Aku mani darimu juga
Apakah aku sehina itu sampai tak memikirkan perasaanku?

Apakah harus dengan jalan seperti ini?
Apakah ini yang akan kalian sebut sebagai kemenangan?
Kemenangan busuk keangkuhan

Aku jauh tubuh
Aku jauh kasih
Aku jauh dengan kalian

Umur ini sudah tidak muda untuk merengek
Tapi aku ingin merengek, meminta kembali

Redam semua amarah dan caci maki kalian untuk kami
Aku mencintai kalian
Cinta...masihkah disana?
Kembalilah untuk kami, untuk anakmu ini.........
Selanjutnya...

Arti Hadirmu



Dengar alunan indah ini...
Dawai kesunyian sang dewi malam..
Mengalun...dan terdengar menyayat hati..
Kidung mulai terlantunkan...
Lirih...
Terdengar seperti bisikan..
Sebuah tangisan...??
Ataukah alunan kesendirian..??
Malam ini sepi..
Nyaman bagiku berada di sini
Dunia yg jauh dari kata ramai...
Gelap... Gelap gulita disini..
Tanpa cahaya..
Hanya ada sinar rembulan...
Indah.. bagi sang pemuja malam..
Indah..bagi penikmat kesendirian...
Ini yang buat aku tenang...
Sepi yang selalu menyelimuti..
Kesunyian yang selalu menaungi..
Ini duniaku...
Ini smua yang bisa sadarkanku..
Betapa berharganya arti hadirmu.....
Disampingku....


By: h4ntub0y

Selanjutnya...

Hey...Kau Wanita yang ada di sana!




Hey kau wanita yang ada di sana
Tidak cukupkah kau menyakitinya?

Hey kau wanita yang ada di sana
Cukuplah kau menggenggamnya dengan penyakitmu!

Hey kau wanita yang ada di sana
Kita saling mencintai, Lepaskan jeratmu!

Hey Kau wanita yang ada di sana
Aku mencintanya bukan berarti aku ingin memilikinya

Aku mohon lepaskan dia dengan ikhlasmu. Lepaskan dia dengan kerendaha hatimu. Kau telah melukainya, kau telah menekannya. Lepaskan..!

Cukuplah ancaman bunuh diri kau lontarkan beberapa kali untuk mempertahankannya
Cukuplah latarbelakang kesedihanmu kau jerat hatinya
Cukup...

Cukuplah untuk semuanya.... 


Selanjutnya...

Aku Mencintai Malamku

13037961841438385781

Sayang..tahu kah kamu kalau aku sangat mencintai malam
Lantas kenapa kau melarangku untuk keluar?
Indah menurutku
Sunyi rasaku
*
Malam tidak baik untuk tubuhmu sayang
Aku mengkhawatirkanmu atas segala resahku
Angin malam akan membuatmu lemah
*
Bukan malam seperti yang kau pikirkan
Saat semuanya terlelap ku terjaga
Aku menikmati malamku karena siangku
Siangku serasa panas
Malamku terasa tenang tanpa ketertekanan siang
Selanjutnya...